Kamis, 04 September 2008

ANTI PILKADA LANGSUNG....



Melihat Fenomena akhir-akhir ini tentang Pilkada Langsung, AKu makin hari makin Pesimis melihat Masa DepanIndonesia Tercinta....Mo Tahu Kenapa?

1. Biaya Triliunan Rupiah dihambur-2kan untuk pemilihan Bupati/Walikota dan Gubernur. Dan ini akan terulang tiap 5 tahun sekali. sebagai contoh;Konon Propinsi Jawa Timur untuk Pilkada putaran pertama telah menghabiskan tidak kurang 500 M, belum lagi biaya Putaran II nanti berapa Miliar lagi. SUNGGUH MEMPRIHATINKAN untuk kondisi bangsa yang rakyatnya masih berjuta-juta dibawah garis kemiskinan. Berapa Triliun biaya untuk Pilkada di indonesia.
Coba bayangkan andai masyarakat yang tidak memiliki rumah dibangunkan rumah seharga 20 juta, berapa ribu rumah yang akan dibangun? andai dibuat subsidi pendidikan,berapa ribu anak didik yang dapat tertolong dari drop out?

2. kONFLIK PILKADA, coba perhatikan hampir 50 % pilkada yang ada di Indonesia semuanya terjadi koonflik. Yang terbesar mungkin bisa ditulis disini; Pilkada di Tuban - Jatim,Pilkada Malut, Pilkada di beberapa kab di Sulawesi. Dan Ingat ini akan terulang tiap 5 tahun sekali. Jadi setip 5 tahun kita akan diperlihatkan Carut Marutnya perpolitikan di tanah air, SUNGGUH MENYEDIHKAN.. Bagaimana Indonesia Maju?? untuk STABIL, berdiri aja sulit! Bagaimana kita bisa bersaing dengan negara tetangga, kita selalu disibukkan oleh konflik sesama anak bangsa.
Perlu dicermati, Pilkada Langsung (Dengan Atas nama Demokrasi) adalah PRODUK BARAT, para ilmuwan Politik kita yang berusaha Menjadikan INDONESIA menjadi NEGARA DEMOKRASI dan yang senatiasa bersuara tentang Demokrasi adalah hasil didikan para orientalis Barat yang senantiasa tidak ingin INDONESIA MAJU, mereka (ilmuwan) disekolahkan dan dipinterkan tapi setelah kembali ke Indonesi mereka BUkan Lagi ANAK BANGSA yang berfikir kemajuan Bangsa, tapi ANAK BANGSA yang telah luntur semangat KE-INDONESIAANYA....
Coba Liat sekitar Kita, SINGAPURA, apa singapura Demokratis?? Tidak sepenuhnya, Tapi SINGAPURA adalah NEGARA YANG MAKMUR....itu KENYATAAN.

3. Pilkada Langsung akan memperbesar KORUPSI DI DAERAH.
Ini satu hal yang perlu dicermati. Untuk Para Wakil rakyat dan Penentu Kebijakan di Indonesia!!
Andaikan setiap Cabup/Cawabup,Cagub/cawagub menghabiskan dana miliaran rupiah, apa mungkin dalam 5 tahun berjalan dana sebesar itu akan kembali lewat Gaji per bulan seorang Bupati ato Gubernur? GAK MUNGKIN!!!
Mereka para Bupati ato Gubernur PASTI (mohon maaf kalo bahasanya terkesan mendahului kehendak Allah SWT) akan melakukan cara LAIN yang bisa mengembalikan Biaya Pencalonannya+Untung, bener gak??
Tentu Cara lain yang saya maksudkan adalah Cara-cara yang agak menyerempet bahaya yang dalam bahasa "kasar"nya disebut KORUPSI....

Sementara Dari 3 hal diatas betapa MANFAAT dibandig MUDLARATnya PILKADA LANGSUNG sepertinya lebih besar MUDLARATNYA, maka saya berharap Para Wakil Rakyat di Senayan dan Penentu Kebijakan di negeri ini agar kembali merevisi Ulang Kebijakan PILKADA LANGSUNG, bukankah KH. HASIM MUZADI sempat juga punya pendapat yang sama dengan saya tentang hal ini? Yang Pasti Kalo PILKADA LANGSUNG INI akan diterapkan di Indonesia, saya mempunyai bayangan 20-30 tahun ke depan INDONESIA tidak akan ada lagi, dalam arti INDONESIA akan hanya menjadi Sejarah, Untuk itulah MOHON Kepada Semua Warga Negara indonesia yang merasa memiliki Semangat CiINTA TANAH AIR mari kita berfikir untuk kemajuan +kemandirian bangsa ini, mari kita Revisi Kembali Sistem PILKADA LANGSUNG BUPATI/WABUB, GUBERNUR/WAGUB, Terlalu mahal harga yang harus dibayar... Untuk PILPRES memang sepantasnya PILIHAN LANGSUNG, karena kita butuh pemimpin yang merupakan pencerminan suara rakyat, Tapi Untuk BUPATI/WABUP, GUBERNUR/WAGUB Sungguh Ini Bukan Hal Yang Baik Bagi Keberlangsungan INDONESIA TERCINTA..... Wallahu Alam!!