Kamis, 09 April 2009

SELAMAT, buat kemenangan PARTAI DEMOKRAT...


Hari ini...indonesia telah memilih, biarpun aku tidak setuju dengan sistem demokrasi, tapi aku sangat mengapresiasi terhadap pelaksanaan "pesta demokrasi" tadi siang. Berdasarkan beberapa lembaga yang telah melakukan Quick Count, semuanya telah menempatkan Partai Demokrat menjadi yang terbanyak mengumpulkan suara.
Ini kenyataan, dan patut untuk ditelaah kenapa ini bisa terjadi?
Kenapa Megawati yang kampanyenya menggebu-gebu keok?? kenapa Jusuf Kalla (JK) gak bisa menaikkan popularitasnya dibanding SBY ??
Berikut analisis sederhana untuk menjawab semua pertanyaan diatas....

Kamis, 08 Januari 2009

DEMOKRASI Awal Kehancuran sebuah Negara...

Sungguh miris aku melihat fenomena akhir-2 ini, dimana negara tak lagi punya konsep yang jelas. Harus kita akui bahwa dulu Orde Baru (maap bukannya aku bela orba ...loh) lebih jelas konsep arah kemana 5 tahun ke depan,25 tahun ke depan, lewat tahapan pelita dan pembangunan jangka menengah serta jangka panjang (disusun dalam GBHN) Indonesia waktu itu lebih Terarah, dan Terkonsep, dibanding sekarang ini.
Sayang seribu sayang, dengan Reformasi yang terlampau kebablas kita sekarang gak punya konsep dan arah yang Jelas. Tahu kenapa kita gak punya semua itu?? Mari kita coba pahami beberapa hal yang membuat kita kontra produktif terhadap keberadaan Indonesia sebagai sebuah negara yang berdaulat...
  1. Kita terlalu "takjub" datangnya kebebasan bernama demokrasi, setelah lama dibelenggu orde baru, kita seakan akan jenuh dengan model pemerintah yang terlampau "kuat", memang ini sebuah kesalahan besar yang tidak diperhitungkan oleh "konseptor Orba", Terlalu Lama...jenuh...Wajar kemudian sebagian besar penduduk indonesia Jengah, dan ingin sesuatu yang Baru...Bebass...sebebas bebasnya....Sayang kita ini lupa, Indonesia bukan Amerika, Indonesia ya Indonesia, yang punya tradisi, kebudayaan dan masa lalu yang beda... Kalo Amerika mbah-mbahnya dulu adalah Koboi yang Gentle,dan dsatria, yang berani dan bertanggung jawab. liat aja koboi waktu bertarung, mereka berhadapan, berbalik dengan hitungan langkah yang disepakati kemudian saling tembak, gak ada yang curang, mereka adu kecepatan, sungguh Gentlemen...!! tapi liat mbah-mbah kita, dari cerita masa lalu (mohon maaf bukannya mendiskreditkan sejarah masa lalu,cuma sekedar mengkaji) cerita Damar wulan, Ken Arok,Raden Wijaya, dll semua berbau Intrik,dan ada sedikit "kelicikan" yang menandakan ada budaya "ketidak satriaan" bangsa kita. ini Harus kita akui!!!
    Sehingga kalo Demokrasi yang Cocok sama Amerika Gak bakal Cocok sepenuhnya kalo diterapkan di indonesia yang banyak dituruni Sifat Jelek : Licik,gak berani bertanggung jawab,clometan,anarkis. Harus ada Format Baru Demokrasi ato apalah yang lebih bertanggung Jawab buat Sistem Pemerintahan di indonesia....

Kamis, 04 September 2008

ANTI PILKADA LANGSUNG....



Melihat Fenomena akhir-akhir ini tentang Pilkada Langsung, AKu makin hari makin Pesimis melihat Masa DepanIndonesia Tercinta....Mo Tahu Kenapa?

1. Biaya Triliunan Rupiah dihambur-2kan untuk pemilihan Bupati/Walikota dan Gubernur. Dan ini akan terulang tiap 5 tahun sekali. sebagai contoh;Konon Propinsi Jawa Timur untuk Pilkada putaran pertama telah menghabiskan tidak kurang 500 M, belum lagi biaya Putaran II nanti berapa Miliar lagi. SUNGGUH MEMPRIHATINKAN untuk kondisi bangsa yang rakyatnya masih berjuta-juta dibawah garis kemiskinan. Berapa Triliun biaya untuk Pilkada di indonesia.
Coba bayangkan andai masyarakat yang tidak memiliki rumah dibangunkan rumah seharga 20 juta, berapa ribu rumah yang akan dibangun? andai dibuat subsidi pendidikan,berapa ribu anak didik yang dapat tertolong dari drop out?

2. kONFLIK PILKADA, coba perhatikan hampir 50 % pilkada yang ada di Indonesia semuanya terjadi koonflik. Yang terbesar mungkin bisa ditulis disini; Pilkada di Tuban - Jatim,Pilkada Malut, Pilkada di beberapa kab di Sulawesi. Dan Ingat ini akan terulang tiap 5 tahun sekali. Jadi setip 5 tahun kita akan diperlihatkan Carut Marutnya perpolitikan di tanah air, SUNGGUH MENYEDIHKAN.. Bagaimana Indonesia Maju?? untuk STABIL, berdiri aja sulit! Bagaimana kita bisa bersaing dengan negara tetangga, kita selalu disibukkan oleh konflik sesama anak bangsa.
Perlu dicermati, Pilkada Langsung (Dengan Atas nama Demokrasi) adalah PRODUK BARAT, para ilmuwan Politik kita yang berusaha Menjadikan INDONESIA menjadi NEGARA DEMOKRASI dan yang senatiasa bersuara tentang Demokrasi adalah hasil didikan para orientalis Barat yang senantiasa tidak ingin INDONESIA MAJU, mereka (ilmuwan) disekolahkan dan dipinterkan tapi setelah kembali ke Indonesi mereka BUkan Lagi ANAK BANGSA yang berfikir kemajuan Bangsa, tapi ANAK BANGSA yang telah luntur semangat KE-INDONESIAANYA....
Coba Liat sekitar Kita, SINGAPURA, apa singapura Demokratis?? Tidak sepenuhnya, Tapi SINGAPURA adalah NEGARA YANG MAKMUR....itu KENYATAAN.

3. Pilkada Langsung akan memperbesar KORUPSI DI DAERAH.
Ini satu hal yang perlu dicermati. Untuk Para Wakil rakyat dan Penentu Kebijakan di Indonesia!!
Andaikan setiap Cabup/Cawabup,Cagub/cawagub menghabiskan dana miliaran rupiah, apa mungkin dalam 5 tahun berjalan dana sebesar itu akan kembali lewat Gaji per bulan seorang Bupati ato Gubernur? GAK MUNGKIN!!!
Mereka para Bupati ato Gubernur PASTI (mohon maaf kalo bahasanya terkesan mendahului kehendak Allah SWT) akan melakukan cara LAIN yang bisa mengembalikan Biaya Pencalonannya+Untung, bener gak??
Tentu Cara lain yang saya maksudkan adalah Cara-cara yang agak menyerempet bahaya yang dalam bahasa "kasar"nya disebut KORUPSI....

Sementara Dari 3 hal diatas betapa MANFAAT dibandig MUDLARATnya PILKADA LANGSUNG sepertinya lebih besar MUDLARATNYA, maka saya berharap Para Wakil Rakyat di Senayan dan Penentu Kebijakan di negeri ini agar kembali merevisi Ulang Kebijakan PILKADA LANGSUNG, bukankah KH. HASIM MUZADI sempat juga punya pendapat yang sama dengan saya tentang hal ini? Yang Pasti Kalo PILKADA LANGSUNG INI akan diterapkan di Indonesia, saya mempunyai bayangan 20-30 tahun ke depan INDONESIA tidak akan ada lagi, dalam arti INDONESIA akan hanya menjadi Sejarah, Untuk itulah MOHON Kepada Semua Warga Negara indonesia yang merasa memiliki Semangat CiINTA TANAH AIR mari kita berfikir untuk kemajuan +kemandirian bangsa ini, mari kita Revisi Kembali Sistem PILKADA LANGSUNG BUPATI/WABUB, GUBERNUR/WAGUB, Terlalu mahal harga yang harus dibayar... Untuk PILPRES memang sepantasnya PILIHAN LANGSUNG, karena kita butuh pemimpin yang merupakan pencerminan suara rakyat, Tapi Untuk BUPATI/WABUP, GUBERNUR/WAGUB Sungguh Ini Bukan Hal Yang Baik Bagi Keberlangsungan INDONESIA TERCINTA..... Wallahu Alam!!